Four Seasons in Belgium

My life in… duh, of course Belgium !!!! And for YOU, readers, You are invited to post your comments here… But Please, DONT COPY PASTE!!! NO MORE PIRACY, unless you got my permission to do so!!!! Enjoy reading!!

A new kind of test?

Filed under: My crazy thoughts — inifanny at 1:11 am on Friday, March 24, 2006

Hmmm..
Like I’ve already told you before. This year, things started to look good. No.. Not good.. Great!

New book, new car, a trip to Indo, a trip to Madrid or Rome is also on plan, and hopefully soon a new house.

It’s quite surprising, that we could manage this far in such a short period. It’s still fresh on my mind how hard we struggled in the early days.. We are still struggling now.. but less!

It makes me think..

Maybe, the last couple of years was a test. To test our love… To test our strength as a human being. And may be, just maybe, God has decided that we had passed the first test. All the struggles have strengthen our relationships. Our Love. Our Bond.

And now, He decided to give us another kind of test. He gave us all kinds of blessings, easier ways to improve our live.. To see whether our bond and love are as strong as they used to be?

Will a bigger house make us less closer than we are now? Will more money creates more pressures and demands? Will all the better facilities make us forget the beautiful things of simplicity?

I surely hope not…

Hope He helps us remember!

PoRNOgrAfi

Filed under: Uncategorized — inifanny at 6:28 am on Wednesday, March 22, 2006

Akhir-akhir ini lagi marak isu soal UU Anti Pornografi di Indo. Banyak milis yang gue ikutin ngebahas soal ini. Buat pekerja seni, tentunya UU ini bikin mereka jadi gerah. Gimana bisa bebas berkarya kalau belum-belum sudah dibatasi?

Sementara itu, beberapa teman gue mengirimkan ajakan untuk mendukung petisi penolakan majalah playboy di Indo plus mendukung UU Anti Pornografi. Tapi maaf, ajakan mereka terpaksa gue abaikan karena gue sendiri kurang paham dengan bahasan masalah ini. Lagian, gue nggak mau mengkhianati teman-teman gue pecinta bokep yang notabene bakal terancam keberadaannya seandainya UU ini jadi disyahkan (btw, dapet salam dari Asia Carrera!)

Hmmm, sebenernya gue heran dengan pemerintah Indo (like always). Kenapa juga baru sekarang ribut-ribut soal ini. Apa gara-gara Mbakyu Inul? Atau gara-gara Playboy mau masuk Indonesia? Atau karena Vcd Bandung Lautan APi?

Walah… telat banget sih pak? Dari dulu yang namanya buku stensilan bertebaran dimana-mana. Dari mulai komik Gareng-Petruk sampai Wiro Sableng. Atau majalah-majalah dan tabloid-tabloid Syuurrr lainnya.

Lucunya, kalau gue boleh ngebandingin dengan Belgia, di sini justru banyak majalah-majalah macam Playboy, Penthouse dsb bertebaran dimana-mana. Di toko buku sebelah apartemen gue aja banyak. Terpajang begitu saja berderetan dengan majalah ‘biasa’ lainnya. Begitu juga di TV. Semua tanpa sensor. Kalau cuma potongan gambar tete ama pantat aja mah biasa!

Tapi anehnya, dinegara yang ’serba terbuka’ ini gue ngerasa jauh lebih aman dari pada di Indonesia. Baik sebagai manusia, sebagai wanita, sebagai ibu.
Tingkat perkosaan jauh lebih rendah.Juga tingkat kriminalitas pada umumnya. Sebagai wanita gue juga ngerasa lebih dihargai. Nggak ada yang iseng suit-suit di jalan. Nggak ada yang pernah nyolek-nyolek gue atau melakukan sexual harassment ke gue selama 2.5 tahun gue hidup disini. Malahan nggak jarang, gue mendapati diri gue dibukakan pintu oleh seorang gentleman, atau dibiarkan lewat terlebih dulu.

Kenapa bisa begini? Atau karena tingkat pendidikan di Belgia yang relatif lebih tinggi dan merata sehingga penduduknya juga lebih ‘behave’? Atau justru karena mereka sudah biasa dengan hal-hal yang dianggap tabu, sehingga mereka gak heboh dan ‘norak’ lagi kalau cuma liat tete doang? Atau moderenisasi mengajarkan mereka untuk lebih menghargai perempuan? Atau faktor hukum yang lebih melindungi kaum perempuan? Atau lebih rendahnya tingkat pengangguran di Belgia dibanding Indonesia sehingga jarang ada orang iseng kurang kerjaan nongkrong-nongkrong yang memancing perbuatan kriminal? Atau perempuan di sini lebih berani unjuk gigi dan melawan ketidakadilan?

Hmmmmpppppfffffff… Gue nggak tau jawabannya. Tapi yang jelas, gue lebih setuju kalau pemerintah berkonsentrasi membuat UU yang lebih jelas maknanya. Misalnya saja, UU yang lebih melindungi kaum Hawa. Memperberat hukuman bagi pemerkosa. Gue rasa ini jauh lebih adil dari pada memenjarakan suami-istri yang berciuman di depan umum. Atau menahan pengarang yang dianggap menulis sesuatu yang berbau porno…

HHmmmmpppppfffffff…

Review: Q & A (a novel) and Crash (Movie)

Filed under: Uncategorized — inifanny at 2:37 am on Wednesday, March 22, 2006

Q & A (A Novel) by Vikas Swarup

‘ I have been arrested. For winning a quiz show.’

Awal pembuka yang sangat catchy, yang bikin gue nekad membeli buku berharga 11 Euro ini di Fnac padahal gue gak kenal siapa pengarangnya…

Ternyata insting gue gak salah. This is a brilliant book! A must read! Bitterly funny, Ironic but hilarious.

Cerita tentang seorang pemuda India miskin yang seumur hidup menjadi ‘anak jalanan’. Ketika dia memenangkan quiz semacam ‘who wants to be a millionaire’, banyak orang yang tidak percaya. Sampai-sampai dia dituduh curang dan disiksa untuk mengakui perbuatannya oleh polisi korup yang disogok si pembuat acara. Untungnya, seorang pengacara cantik segera datang dan membelanya. Lalu mulailah mengalir cerita kisah hidupnya sehingga dia bisa menjawab ketigabelas pertanyaan quiz.

Mengharukan. Menghanyutkan.

Highly recommended…by me!

CRASH (a movie)

Gak salah kalau film ini menjadi pemenang Oscar untuk kategori film terbaik (seinget gue). Filmnya emang bener-bener dalem. Bahwa hidup itu tidak melulu hitam putih, tapi lebih banyak abu-abu-nya. Tidak seperti banyak karya lainnya (apalagi sinetron) yang selalu punya TOKOH BAIK dan JAHAT… disini semuanya campur aduk… si ‘baik’ jadi ‘jahat’.. si ‘jahat’ jadi ‘baik’…

A nicely made movie. A movie that makes you think and inspired.

Dimana batas antara ‘racism’, ‘prejudice’, or just ‘being careful’ ?

Q1 2006

Filed under: My daily life — inifanny at 2:02 am on Thursday, March 16, 2006

Awal tahun 2006 cukup menjanjikan. Alhamdulillah.. semua lancar, bahkan banyak rezeki yang gak keduga dateng tiba2.

*** Neng Al tumbuh makin besar dan pinter. Suka nggak nyangka kok waktu berjalan cepet banget.. Dia udah 20 bulan. Makin cerdas, usil dan genit… Dan yang paling penting, dia sehat dan happy…

*** Hubungan gue dengan Jo, keluarga besar gue dan keluarga besar Jo makin deket…

*** Jo naik gaji!

*** Keponakan gue, Bagas, lahir di awal tahun

*** Buku gue udah diterima ama Gramedia dan Insya Allah bakal terbit pertengahan tahun… BELI YAH! Awas kalau gak… Nabung dari sekarang biar bisa beli 3 lusin!!!

*** Tiket ke Jakarta udah dibeli dan dibayar lunas. Tinggal terbang bulan Juni nanti… Yippie…

*** Mobil baru udah dipesen, tinggal dianter 2-4 minggu lagi :)

*** Setelah menimbang2, akhirnya gue dan Jo memutuskan untuk beli rumah disini. Tadinya gue nggak kepingin punya rumah disini karena gue pikir, buat apa? Toh rumah gue sebenernya di Jakarta. Tapi pikir punya pikir, kayaknya sih buat Neng Al mending tinggal di sini. Lebih terjamin. Dan diakui. Karena toh Indonesia tidak mengakui Neng AL sebagai WNI. Yo wess.. nggak rugi juga kok! Beside, rumah kan inpestasi juga yah… Maka mulailah gue dan Jo bergerak mencari rumah. Dan setiap malam gue buka2 catalog IKEA buat cari inspirasi interior design… Tinggal si JO yang pusing, karena dikit2 gue ngerubah ide atau usul buat ngebuang semua perabot lama dan BELI YANG BARU AJAH!!!

*** Tanggal 6 April nanti, gue ada tes teori buat bikin SIM. SIM Indo gue di sini gak berlaku, dan gue harus mulai dari awal. 2.5 tahun gue nunda2… tapi sekarang kayaknya harus… Duh ribet euy.. susah banget! Dan bikin SIM disini gak kayak di Indo yang bisa asal nembak.. banyak banget aturan dan mahal dan lama… Doain gue yah!

Udah dulu deh.. gue mo browsing IKEA lagi!

Enjoy, while you still can!

Filed under: Uncategorized — inifanny at 6:34 am on Monday, March 6, 2006

Saat pertama menjadi seorang ibu, nggak ada yang kasih tau gue kalau gue akan jadi manusia super. Super capek, super parno, super panikan, super protektif, super bangga, super kompetitif dan segala macem super lainnya.

Semua orang juga tau, bahwa ngurus bayi itu nggak gampang. Selucu-lucunya bayi, nggak bisa dipungkiri dia bisa sangat demanding. Kalau mau jujur, sesayang-sayangnya kita sama anak, kayaknya kalau dia nangis nonstop jam 3 pagi, dia udah nggak seimut-imut biasanya.. Yang pasti, dia akan  jauh lebih imut saat dia berbaring nyaman dengan mata terpejam dan mulut mungil tersenyum antara jam 10 malam sampai, at least jam 6 pagi…

Yang namanya parno dan panikan, jelas nggak bisa dihindari. Ditambah dengan semakin mudahnya bagi siapapun mengakses informasi. Mbak Oprah bilang, Information is Power. Mbak Fanny bilang, Information is Confusing. Dokter bilang begini, majalah parenting bilang begitu, buku bilang jangan begini, Ahli anak bilang jangan begitu, psikolog anak bilang harus, mertua bilang tidak, tetangga bilang jangan, suami bilang terserah… Hmmmfh, pusing jadinya..

Insting kita sebagai ibu tentunya ingin memberikan yang terbaik dan hanya yang terbaik untuk anak kita. Semua harus serba sempurna. Tapi dimana batas antara logika dan obsesi? Apa kita harus menghabiskan semua uang untuk membeli bahan makanan organic yang mahal itu? Atau pelihara sapi di rumah untuk memastikan anak kita minum hanya susu segar  setiap hari (jangan lupa makanan si sapi harus organic juga)? Pergi ke laut untuk membeli ikan segar langsung dari nelayan tiap pagi? Memasang helm, pengaman siku dan lutut selalu untuk mencegah anak cedera?

Belum lagi pressure dari kanan kiri. Media memborbardir kita dengan iklan. ‘Susu A meningkatkan daya tahan anak’. ‘Ibu yang baik  tidak lupa memberikan Supplemen B untuk anak tumbuh sehat dan cerdas’. ‘Mainan C mengoptimalkan daya kreativitas dan imajinasi anak’. Dengan kata lain, kalau si ibu tidak membeli produk A,B dan C maka dia bukan ibu yang baik, dan si anak juga tidak akan tumbuh secara optimal…

Nggak cuma media, tapi lingkungan sekitar juga sering membuat kita jadi tambah cemas, pusing dan bete sendiri. Ibu A bilang ‘Anakku udah bisa pipis sendiri dari umur 10 bulan. Anak kamu belum yah?’ ..Ibu B bilang ‘Anakku sudah pintar makan sendiri’… Ibu C bilang ‘ Anakku belajar membaca setiap hari..’ … Akhirnya si ibu parno semakin parno dan berpikir ‘Anakku belum bisa pipis sendiri, belum bisa makan sendiri, dan belum belajar membaca.. I must be a bad mom’

Belum lagi pertanyaan-pertanyaan nyebelin lainnya dari orang sekitar atau diri sendiri ‘Kok anakmu kurus/gendut?’, ‘Kok giginya belum tumbuh? ‘, ‘Kok ngomongnya masih dikit? ‘Kok belum bisa jalan?’

Padahal kita semua tahu, setiap bayi berbeda. Mereka punya keistimewaan (dan kekurangan) masing-masing. So what gitu kalau anak si A udah bergigi sementara anak sendiri belum. So what kalau baby B cerewet sementara baby C masih belum mau ngomong. So what kalau baby C udah bisa pipis sendiri sementara Baby A belon?

Kenapa kita nggak nikmatin masa kecil baby kita masing-masing? Saat dia masih ompong, saat dia harus digendong kemana-mana, saat kita menatap mata kita pas kita ganti pampersnya. Masa-masa itu nggak akan datang dua kali….

Jadi lain kali, kalau kita ketemu pertanyaan2 ngebetein macam diatas, atau ketemu ibu nyebelin yang nggak bisa berhenti ngomongin anaknya.. bilang aja ‘ SO WHAT GITU LOH…’

Dan, kalau lu ketemu gue yang gak bisa berenti ngomongin Alyssa…please, tell me to stop! I’ll give you permission to do that coz I dont wanna be that kind of Mom. God Forbid!

C U!