Four Seasons in Belgium

My life in… duh, of course Belgium !!!! And for YOU, readers, You are invited to post your comments here… But Please, DONT COPY PASTE!!! NO MORE PIRACY, unless you got my permission to do so!!!! Enjoy reading!!

Because life is full of choices…

Filed under: My crazy thoughts — inifanny at 2:34 pm on Saturday, May 27, 2006

I read a glossy magazine today.
It was something that I normally do in my free time.
But unlike any other day, this time I felt a deep stabbing pain in my chest when I read a small article of a blonde-drop-dead-gorgeous-woman in her mid-30 that became a brain surgeon, who also wrote a book.

What the hell?

I thought blondes should just be pretty and dumb.
They shouldn’t be able to write a book, let alone become a brain-surgeon.

Where is justice?
Some people simply have everything. I mean everything…!!!

And I thought nobody is perfect…

So I finally ditched the magazine with anger and envy. Then, I started to think why couldn’t I be a brain surgeon, and a writer, and a party-goer, and a lady who lunches, and a member of the congress.

WHY?

Why I am ‘only’ a mum. A wife. A daughter. A niece. A granddaughter. etc.

Why couldn’t I have it all?

Looking back, I should have had it. All the dreams I had created. I should have become ’someone’ by now.
But, I chose not to.

I chose to ditch what I thought I wanted with something that was totally unexpected. I chose to follow my heart and my love.

So I did. And it wasn’t an easy journey.

But I’m glad I did it. I ‘m glad that I chose the right thing.  And if I were given the opportunity to change the past, I wouldn’t. I wouldn’t do it any other way.

I guess I was lucky.

But then again, even if I made a wrong turn, If i made a wrong decision,  I still wouldn’t be sorry. Because I believe that life is full of choices… That happiness  really lies in your hand.

It is YOU who decides whether you should be drowning in your sorrow or go out and embrace the warmth of the sun. It is YOU who decides whether to feel sorry for your self the whole day or to party like a diva. It is YOU who decides what you wanna do, what you wanna feel, what you wanna be.

In my case, I choose to be happy and healthy.. and hopefully rich!

So now I’m going to read the magazine again. But this time, I will do it with a smile on my face..
A wide smile.

Because I have decided… I have chosen to accept me the way I am. To love my self, the way I deserve to be loved and respected. Although I am not a brain surgeon. Although I am not drop-dead gorgeous. Although I am not blonde (yay!)…

I choose what I love and I love what I chose…

PS. For more story about CHOICES.. read —no, correction, BUY– my novel: Four Seasons in Belgium. Will be in store around summer… hihihi.. Teteup…promosiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!

Perempuan Jilid 2

Filed under: My crazy thoughts — inifanny at 3:29 pm on Thursday, May 18, 2006

Lagi lagi soal Perempuan…

Beberapa tahun yang lalu di Jakarta, media-media menayangkan sebuah iklan krim pemutih wajah terkenal.
Begini scene-nya: Si wanita menaksir seorang lelaki yang selalu dia lihat dari balik lift setiap pagi, tapi lelaki itu bahkan tidak sadar kalau perempuan tersebut exist. Beberapa minggu setelah si pere menggunakan pemutih wajah tsb, lelaki tersebut tertarik pada si wanita karena dia telihat lebih putih … lalu mengajaknya untuk berkencan. Si wanita senyum tersipu. Bahagia.. karena berhasil merebut hati pria idaman..

Intinya, jadi perempuan harus cantik dan putih, supaya ada laki-laki yang doyan…

Bahkan, seandainya laki-laki itu adalah laki laki yang cetek dan dangkal karena cuma doyan dengan kecantikan dan keputihan si wanita.. gak papa! Si wanita tetap hepi. Yang penting dia ‘laku’.

Iklan itu bikin gue gregetan banget. Segitu doang kah nilai seorang perempuan?  Harus cantik. Terlihat indah. Sempurna. Kalau perlu, gak banyak omong. Kayak benda pajangan.

Akhirnya, berapa banyak wanita jadi korban? Menghabiskan banyak uang, waktu, energi, dan menanggung resiko dan demi memenuhi standar pasar. Beli make up termahal, diet habis-habisan, menelan pil-pil pelangsing tubuh yang bikin mencret dan lemes, berolahraga mati-matian, memakai pemutih wajah yang mengandung merkuri, bahkan berbaring di meja operasi untuk prosedur bedah plastik…

Standar kecantikan pun semakin gak masuk akal. Semua berlomba-lomba pengen secantik dan seramping bintang sinetron atau model di majalah. Padahal mereka gak nyadar, kalau para bintang itu bisa tampil sempurna karena mereka menghabiskan banyak waktu, energi dan uang buat menyewa personal trainer, dietist, make-up artist,stylist, dsb. Sesuatu yang gak dipunyai orang biasa seperti kita. (Gue sih gak keberatan olahraga 3 jam tiap hari dengan personal trainer, cuma pertanyaannya, siapa yang bakal jagain alyssa, masak dan bersihiin rumah selama 3 jam itu? Terus mau dibayar pake apa itu si pelatih? Pake daun?)

Tapi terlepas dari itu semua, teteup.. yang namanya perempuan harus cantik. Sebelum menikah, perempuan harus cantik buat menarik perhatian lawan jenis. Setelah menikah, perempuan tetep harus cantik demi menyenangkan sang suami, sekaligus menjaga agar dia tidak kabur bersama perempuan lain yang lebih cantik…

AH…

Tidak ada yang pernah bilang bahwa wanita harus cantik kalau dia memang ingin terlihat cantik… Kecuali beberapa gelintir manusia.

Gue pernah bertanya pada Jo. Do you want me to always dress up for you?. He gave me a funny look. What? Then I asked again. Do you think I need to go on a diet? He said no. Then he said (in a more complete sentence), bahwa terserah gue, mau diet atau mau pake daster buluk tiap hari, atau full make up on with fancy dress… the most important thing is, I have to feel comfortable with the way I look.

So I guess I’m blessed. Hidup dalam dunia penuh tuntutan tapi at least my partner is wise enough to ease some of the pressures.

Yang juga sedikit melegakan adalah beberapa kosmetik yang mulai beriklan dengan ‘baik dan benar’. Seperti Loreal dengan slogan nya ‘because you worth it’. Dari dulu gue senang dengan slogan ini, karena menekankan kalau kamu mau dandan, dandanlah karena kamu mau, karena kamu ingin.. karena kamu beharga. Bukan (cuma) untuk orang lain. Juga Dove yang baru baru ini sibuk dengan campaign for real beautynya. Menggambarkan kecantikan wanita yang berbeda-beda. Tidak stereotype. Tidak harus putih, mulus, hidung mancung, bibir merah, rambut panjang, halus, lurus, kaki panjang, pinggang ramping buahdada montok.

Gue cuma bisa berharap, semoga masyarakat akan semakin bijak dalam memandang arti kecantikan dan menghargai perempuan secara lebih luas lagi. Sehingga jika Alyssa besar nanti, dia dapat tumbuh dalam lingkungan yang menghargainya sebagai individu, bukan sebagai mahkluk yang harus selalu tampil sempurna…

Moederdag

Filed under: About Alyssa — inifanny at 8:31 am on Tuesday, May 16, 2006

Moederdag di Belgia.. alias hari ibu, dirayakan tgl 14 Mei kemaren.

Hari ini, pas gw jemput Neng Al di daycare, gue dapet surprise yang menyenangkan.. Sebuah prakarya, masterpiece dari Alyssa…

Ini dia karyanyaEaster2006..

Isn’t it wonderful…?

I always considered my self as a tough-no-nonsense-woman-who-doesnt-do-cheesy-things.. but when i looked at these two lovely little hand prints… My heart filled with so much emotions, I wanted to cry…

Thank you my dear little Princess…

Perempuan

Filed under: My crazy thoughts — inifanny at 3:11 pm on Saturday, May 13, 2006

Hari Rabu kemaren, seperti biasa, gue chatting dengan temen-temen di Indonesia. Bedanya, kali ini kita nggak cuma gossip dan ngomong jorok doang, tapi kita ngebahas masalah yang lebih dalem lagi yaitu soal… SINETRON!

Eits, jangan salah! Diskusi kita kali ini lumayan berbobot. Beneran!

Bermula dari keluhan seorang teman tentang betapa nggak bermutunya sinetron Indonesia sekarang ini. Yang lebih merisaukan lagi, sinetron-sinetron tersebut bertemakan ‘hidayah’. Berbau agama. Bersifat ‘mendidik’. Dan sebagainya dan sebagainya.

Dari judulnya aja, gue udah merinding dengernya. ‘Istri untuk suamiku’, ‘Surga di telapak kaki suami’, (cmiiw) dst. Ceritanya lebih menyeramkan. Seorang istri yang harus merelakan dirinya untuk dimadu, sampai-sampai dia mau melamarkan wanita lain tersebut untuk si suami.

WADUH!

Gue nggak mau membahas soal halal tidaknya poligami dalam agama Islam. Gue sadar, gue bukan ahli dalam bidang ini. Ilmu  gue sangat cetek. Belum pantes ngebahas mana yang boleh dan mana yang gak boleh.

Yang gue sayangkan, kenapa masalah poligami sepertinya semakin sering digembar-gemborkan akhir-akhir ini. Dipropagandakan. Seakan, ada kesan, bahwa istri yang baik dan soleha wajib membahagiakan suaminya, dengan cara menuruti keinginan sang suami, apapun bentuknya (termasuk merelakan sang suami, untuk dibagi dengan wanita lain).

Pertanyaan gue, kenapa cuma kewajiban perempuan doang yang selalu diributkan? Kenapa selalu ada double standard antara lelaki dan perempuan? Kenapa wanita harus selalu diposisikan sebagai kaum yang kalah?

Coba kita lihat.
Kalau lelaki punya banyak pacar (atau bahkan istri), itu dianggap sebagai simbol status. Kebanggan pribadi. Jantan. Playboy. Macho.
Giliran perempuan yang punya banyak gandengan.. dibilang perek. Piala bergilir. Murahan.

Kalau lelaki bersifat ambisius dan kekeuh menggapai cita-citanya, orang akan kagum. Itu tanda lelaki yang hebat. Sementara kalau ada perempuan yang mencoba untuk fight  dan bersikap sedikit keras, nggak jarang orang akan menganggap si perempuan sebagai.. Bitchy. Nggak tau diri. Nggak tau tempatnya! Perempuan kok begitu…

Intinya, kalau mau dicap jadi perempuan baik baik itu, ya harus selalu ngalah, nrimo, manut. Ojo neka neko.

Menyedihkan.

Balik lagi ke topik awal. Soal poligami.. dan sinetron..

Apa maksudnya sih bikin sinetron begitu? Apakah untuk ‘mendidik’ perempuan di Indonesia supaya lebih menurut? Apa si pembuat sinetron ketakutan dengan semakin banyaknya wanita cerdas di Indo, sehingga menganggap perlu untuk membuat sinetron yang besifat membodohi seperti itu? Atau justru ini permintaan pasar? Kalau benar begitu.. menakutkan sekali…

Seorang teman yang non muslim berkata.. ‘Di agamaku, posisi wanita lebih dihormati’. Dari perkataannya, bisa disimpulkan bahwa dia menganggap wanita di Islam berposisi lebih rendah daripada pria. Gue nggak bisa nyalahin dia, karena kalau kita lihat sekilas, memang begitu kelihatannya. Tapi menurut gue, bukan agamanya yang salah. Tapi manusia-manusianya. Yang menjalankan, yang mengintepretasikan, dan menelaah apa yang tertulis di kitab suci. Bahkan nggak jarang, adat istiadat ikut terbaur dan dianggap sebagai ajaran agama. Hal ini dialami oleh agama manapun, Islam, Kristen, dsb.

Yang gue ingat, saat gue menikah secara Islam 2.5 tahun yang lalu.. Gue justru merasa sangat terlindungi sebagai wanita dan istri. Gue ingat dengan jelas bagaimana kang mas JO harus terpatah-patah membaca selembar kertas HVS penuh yang intinya berjanji bahwa dia akan berusaha memenuhi kewajiban dia sebagai suami untuk menafkahi gue lahir batin, menghormati gue, dan tidak menganiaya gue.

Hmmh, berat kalau ngomongin hal yang seperti ini. Tapi untungnya, Kang Mas gue sama sekali tidak setuju untuk berpoligami. Kata dia, ngurus 2 perempuan high maintenance macem gue dan alyssa aja udah ngabis-ngabisin duit dan tenaga… gimana bisa kawin lagi! Hihihi..

Strategic Thinking

Filed under: About Alyssa — inifanny at 1:30 pm on Sunday, May 7, 2006

Kalau boleh gue sombong, Alyssa udah menunjukan ‘daya kreatifitas berpikir yang sangat tinggi’ dari masa dia bayi banget. Contoh, waktu dia baru belajar merangkak, gue taruh dia di atas selimut dengang mainan diatasnya.. Bukannya dia merangkak buat ambil mainan itu, justru selimutnya yang ditarik mendekat sehingga si mainan ikut keseret. Dapet deh! Yihi.. mama ngomel karena menurut mama Ayssa curang.. tapi papa bangga banget dan bilang kalau Alyssa ‘just being creative’..

Ini baru satu contoh dari sekian banyak contoh lainnya..

Yang terakhir, baru kejadian hari Jumat kemarin. Ceritanya Neng Al lagi dititipin ke tantenya. Mereka lalu makan siang berdua. Tapi bukannya maem sandwichnya, si Neng Al justru kasih itu roti ke anjing omanya yang bernama Jack. Berkali-kali. Tentu aja si tante marah.

Tante: Alyssa, maem roti yang bener. Gak boleh kasih ke Jack!
Alyssa: Jack, nee? (Nee = No) *dengan pandangan bertanya*
Tante : Nee. Jack, nee!
Alyssa: Jack, nee? *minta kepastian*
Tante : Nee. Jack, nee!
Alyssa: Jack, nee? *minta kepastian, sekali lagi*
Tante : Nee. Jack, nee!
Alyssa : Fitz! *melempar roti ke Fritz, anjing omanya yang satu lagi*
Tante : §"!§"&ç!§ç§éé(’é&(§"!!!(é§"(!&è§"éè@@@ç!"ç!" !!!!!

Jadilah si tante cuma bisa memendam dongkol, geli, tapi gak punya alesan buat marah. Gimana mau marah? Pan Alyssa gak salah.. Dia gak kasih si Jack roti sesuai kata si Tante.. :))

Muka_jail_1

Pesta Belgina

Filed under: My daily life — inifanny at 2:36 pm on Wednesday, May 3, 2006

Sabtu kemaren, gue pergi pesta dengan temen2 Indo gue di sini… Sebenernya sih ketemu temen-temennya gak gitu penting.. yang penting mah makanannya… huehuehue..!!! Bisa-bisa kagak diundang lagi gue kalau ada acara kayak beginian lagi…

Aniwei, acara seru banget, dan yang jelas.. makanannya nendang abis! Ala Jawa Timuran dan dimakan diatas tampah rame-rame. Nggak nyangka… bisa ketemu yang beginian di Belgi. Hidup terasa indah… even here! Apalagi bisa becanda goblok ala Indonesia lagi.. Pokoknya nggak ada duanya deh!

Bahkan Minggu sorenya, pas gue ngabisin makanan buntelan sendirian.. gue sempet terharu gitu! Beneran loh! Kayaknya norak banget yah.. makan opor ayam aja pake acara terharu.. tapi that’s true. You value things more when it’s rare…

Sempet ketemu martabak juga, yang mana bikin kang mas gue sangat sangat bahagia karena dia doyan banget ama panganan satu ini. Setelah minta resep ama yang buat, ternyata gak susah loh bikin martabak! Akhirnya dengan pedenya gue langsung bertekad ngebuatin Jo martabak hari Selasa kemaren….

Well.. it is easy to make… But it’s not so easy to bake!
Martabak gue berbentuk gak jelas..malah ada yang bentuknya kayak trapesium kegiles truk!

Komentar Kang Mas?
‘ Hmmmm… yummy. Who cares about shape? ‘ katanya sambil merem melek.

Oke.. one mission accomplished!

Indoparty_1

Indoparty2