Four Seasons in Belgium

My life in… duh, of course Belgium !!!! And for YOU, readers, You are invited to post your comments here… But Please, DONT COPY PASTE!!! NO MORE PIRACY, unless you got my permission to do so!!!! Enjoy reading!!

Perempuan Jilid 2

Filed under: My crazy thoughts — inifanny at 3:29 pm on Thursday, May 18, 2006

Lagi lagi soal Perempuan…

Beberapa tahun yang lalu di Jakarta, media-media menayangkan sebuah iklan krim pemutih wajah terkenal.
Begini scene-nya: Si wanita menaksir seorang lelaki yang selalu dia lihat dari balik lift setiap pagi, tapi lelaki itu bahkan tidak sadar kalau perempuan tersebut exist. Beberapa minggu setelah si pere menggunakan pemutih wajah tsb, lelaki tersebut tertarik pada si wanita karena dia telihat lebih putih … lalu mengajaknya untuk berkencan. Si wanita senyum tersipu. Bahagia.. karena berhasil merebut hati pria idaman..

Intinya, jadi perempuan harus cantik dan putih, supaya ada laki-laki yang doyan…

Bahkan, seandainya laki-laki itu adalah laki laki yang cetek dan dangkal karena cuma doyan dengan kecantikan dan keputihan si wanita.. gak papa! Si wanita tetap hepi. Yang penting dia ‘laku’.

Iklan itu bikin gue gregetan banget. Segitu doang kah nilai seorang perempuan?  Harus cantik. Terlihat indah. Sempurna. Kalau perlu, gak banyak omong. Kayak benda pajangan.

Akhirnya, berapa banyak wanita jadi korban? Menghabiskan banyak uang, waktu, energi, dan menanggung resiko dan demi memenuhi standar pasar. Beli make up termahal, diet habis-habisan, menelan pil-pil pelangsing tubuh yang bikin mencret dan lemes, berolahraga mati-matian, memakai pemutih wajah yang mengandung merkuri, bahkan berbaring di meja operasi untuk prosedur bedah plastik…

Standar kecantikan pun semakin gak masuk akal. Semua berlomba-lomba pengen secantik dan seramping bintang sinetron atau model di majalah. Padahal mereka gak nyadar, kalau para bintang itu bisa tampil sempurna karena mereka menghabiskan banyak waktu, energi dan uang buat menyewa personal trainer, dietist, make-up artist,stylist, dsb. Sesuatu yang gak dipunyai orang biasa seperti kita. (Gue sih gak keberatan olahraga 3 jam tiap hari dengan personal trainer, cuma pertanyaannya, siapa yang bakal jagain alyssa, masak dan bersihiin rumah selama 3 jam itu? Terus mau dibayar pake apa itu si pelatih? Pake daun?)

Tapi terlepas dari itu semua, teteup.. yang namanya perempuan harus cantik. Sebelum menikah, perempuan harus cantik buat menarik perhatian lawan jenis. Setelah menikah, perempuan tetep harus cantik demi menyenangkan sang suami, sekaligus menjaga agar dia tidak kabur bersama perempuan lain yang lebih cantik…

AH…

Tidak ada yang pernah bilang bahwa wanita harus cantik kalau dia memang ingin terlihat cantik… Kecuali beberapa gelintir manusia.

Gue pernah bertanya pada Jo. Do you want me to always dress up for you?. He gave me a funny look. What? Then I asked again. Do you think I need to go on a diet? He said no. Then he said (in a more complete sentence), bahwa terserah gue, mau diet atau mau pake daster buluk tiap hari, atau full make up on with fancy dress… the most important thing is, I have to feel comfortable with the way I look.

So I guess I’m blessed. Hidup dalam dunia penuh tuntutan tapi at least my partner is wise enough to ease some of the pressures.

Yang juga sedikit melegakan adalah beberapa kosmetik yang mulai beriklan dengan ‘baik dan benar’. Seperti Loreal dengan slogan nya ‘because you worth it’. Dari dulu gue senang dengan slogan ini, karena menekankan kalau kamu mau dandan, dandanlah karena kamu mau, karena kamu ingin.. karena kamu beharga. Bukan (cuma) untuk orang lain. Juga Dove yang baru baru ini sibuk dengan campaign for real beautynya. Menggambarkan kecantikan wanita yang berbeda-beda. Tidak stereotype. Tidak harus putih, mulus, hidung mancung, bibir merah, rambut panjang, halus, lurus, kaki panjang, pinggang ramping buahdada montok.

Gue cuma bisa berharap, semoga masyarakat akan semakin bijak dalam memandang arti kecantikan dan menghargai perempuan secara lebih luas lagi. Sehingga jika Alyssa besar nanti, dia dapat tumbuh dalam lingkungan yang menghargainya sebagai individu, bukan sebagai mahkluk yang harus selalu tampil sempurna…



7 Comments »

87

   carmeLita

May 18, 2006 @ 7:04 am

Betul!!

Sebagai org yg dulunya bener2 geek dan nerd dan “jelek”, genduuut, lagi!! Gw bener2 merasa kalo sbg perempuan di Indonesia dan di mayoritas negara lainnya di dunia, kl ngga cantik berarti nomor 2. Yang nomor 1 yang cantiknya.

Spt kasus this year’s Putri Indonesia, the winner was quite dumb (I don’t judge, that was what people told me) but she happened to be drop dead gorgeous. The runner up was very charming and intelligent, but you couldn’t say she was superbly fine. Dan apakah alasan para juri??

“Kalau kepandaian otak dapat diasah, kalau kecantikan wajah tidak dapat ditukar dan diganti.”

Sakittt ngga sih jadi yang runner up?? Jadi karena dia kurang cantik, dia kalah! Padahal Putri Indonesia seharusnya jg punya otak.

Nah kl yg simbolis aja udah gini…Gimana yg praktek benerannya…

Duluu tuh gw sering merasa sedih krn gw bukan standar kecantikan Indonesia yg langsing dan cantik serta lemah gemulai, dan suka sedih dibandingkan dgn sepupu2 gw yg cantik2 dan ayu.

Dan lingkungan gw sangat mendesak gw untuk berubah gitu lho…Tp krn didesak ya ngga berubah2, spt prinsip keledai yg kl ditarik makin ogah jalan.

And I never really had a real boyfriend due to this fact. The only guy I was ever in love with rejected me because: “She’s ugly and fat”.

Then…I was 17, I went to live in Paris, the city people always consider “glam” and the city people think praises beauty more than everything, but strangely, in this city of beauty and love, I learnt that beauty was not everything, you have to have a BRAIN and a HEART, too. It’s not worth being gorgeous if you’re dumb and mean. I discovered my true self and started feeling happier being me.

Ya…7 tahun kemudian, gw sudah melihat dunia dari kaca yang super berbeda dgn dulu. Skrg gw jg tidak sempurna sih (Masih super gendut dan diet ngga berhasil2 hehehe), tapi setidaknya sudah tau dikit2 make up dan a-b-c fashion, dan merasa nyaman dengan diri sendiri.

Memang ngga setuju banget dgn “cantik nomor satu”, tapi rasanya penampilan yang “pantas” itu memang “a must”.

Semua perempuan itu cantik kok, cuma ada yang bisa menonjolkannya, ada yg nggak.

Seperti Fanny juga, gw beruntung memiliki partner yang tidak mempermasalahkan “gendut-kurus” / “cantik-jelek” (Jonathan punya standar “cantik” yang aneh bin ajaib…Dan ngga hanya ngeliat luarnya aja), tapi mensupport gw untuk selalu memperbaiki kekurangan luar-dalam, tanpa harus menuntut.

Mudah2an lebih banyak laki2 lainnya SADAR bahwa kecantikan bisa habis dimakan usia dan gaya hidup tidak sehat, tetapi hati yang tulus dan keinginan untuk menjadi lebih baik itu tidak akan pudar oleh waktu.

Mudah2an juga dalam dekade mendatang standar kecantikan akan sedikit bergeser ke arah yang benar…Amin.

88

   Fanny

May 19, 2006 @ 5:10 am

Hooh bener banget Met..
Yang bikin gue sedih adalah the fact that even women judge each other critically. Plus, banyak banget orang yang mati-matian berdiet, dandan, olahraga dsb karena tuntutan pasangan/ortu/teman dll. Bukan karena kemauan mereka sendiri. Bicara lebih luas lagi, kapan sih wanita ‘berhak’ melakukan sesuatu untuk diri sendiri.. Selalu demi kepentingan orang lain. Bahkan setelah gue menikah dan punya anak, banyak yang menyarankan gue untuk gak lupa mengurus diri demi suami dan keluarga.. nggak ada yang nyuruh gue ke (misal) spa just to spoil MYSELF, For ME, For the sake of ME! Except JO..hehehe!
So yeah, I guess we are damn lucky.. as lucky as Jo1 and Jo2 to have us as partners!!! :-)

89

   Mirda

May 20, 2006 @ 12:02 am

Hi Fan.. Have read your stories!! Mengutip kata2nya Pak Tino Siddin: Baguus baguuus.. Hehehe.. Terus nuliss yaa.. biar gue bisa ikut merasakan apa yang loe alami.. Semangat!!! ;p

90

   ariana

May 21, 2006 @ 6:34 pm

bu, malem minggu kemaren ada acara “BEAUTY BODY PAGEANT” di Indosiar ( BODY gitu loohhh !! ). Seandainya loe pas ada di Indo dan nonton tuh acara….taruhan, postingan PEREMPUAN bakal jadi berjilid-jilid !! :)

91

   R a R r Y

May 25, 2006 @ 5:42 pm

bener kt carmelita, putri indonesia sekarang, pas lagi finalnya, jawab pertanyaan juri gelagepan. & juri confirm, memang dia “dimenangkan” dg alasan krn mo diikutsertakan dlm miss-miss an tingkat int’l, jd postur tubuh kudu yg enak dilihat. wakss??!! gimana klo di tingkat int’l dia jawab gelagepan jg? apa malah ga bikin maluw indonesia??!!
huhuhu….

good looking won’t last a lifetime, good brains do.
ya ngga’?

92

   Fanny

May 27, 2006 @ 2:41 pm

Yang lebih menyedihkan lagi adalah.. kok gak malu yah ngakuin kalau kecantikan itu lebih penting… hari begini gitu lo… Jawab kek yang lebih diplomatis! hehehe

93

   Dinar

June 1, 2006 @ 9:53 am

kalau kata laki gue mah, yang penting “sehat”, mangkenye gue ga mau repot2 lagi dah mo diet, olahraga dlsb. Kalau pun itu gue lakuin, ya karna gue pengen aja. Gue katagorikan aja sebagai moment memanjakan diri. Tapi klo karna orang lain? No way…

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>