I hate DETAILS !!!
Pernah nonton film?
Pasti pernah!
Pernah maki-maki suatu film, atau sekedar berkomentar betapa nggak masuk akalnya jalan cerita film tersebut?
Pernah ngomel gara-gara si pemeran utama pas keluar rumah pake baju oranye tapi begitu sampai di tempat tujuan, tiba-tiba bajunya warna hitam? Lah ganti dimana?
Pernah bertanya-tanya, kok si pembuat skenario gak teliti banget untuk ngecek beberapa fakta yang relevan dalam pembuatan film tersebut?
Pasti pernah!
Gue juga pernah. Sering malah…
Tapi ternyata, ngomel emang lebih gampang dari mraktekin sendiri..
Ini yang gue alami sekarang.
Menulis buku pertama gue, gak susah! Cuma butuh 2 bulan buat menulis garis besar ceritanya.. Yang susah justru menemukan kemauan untuk menyelesaikan cerita, memoles, membaca ulang berkali-kali, merevisi, dan sebagainya… Semua itu makan waktu setahun lebih!
Dan sekarang, saat buku gue hampir naik cetak.. Gue haris memproof read semuanya. Termasuk teori dan fakta-fakta yang gue tuliskan di situ. Sialnya, banyak berkas gue yang ngilang entah kemana.. Buku-buku yang sudah disingkirkan ke gudan.. dan sebagainya- dan sebagainya..
Jadilah beberapa hari ini gue sibuk berkutat men cek- dan ricek. MEMUAKAN!
Di bab 11, gue menyadari bahwa gue bikin kesalahan tolol, dimana gue menulis kalau si tokoh utama memesan sebotol air mineral di kafe.. tapi beberapa saat kemudian, diangobrol sambil memutar-mutar cangkir tehnya.
Loh?
Teh dari HONGKONG?
WHOOOOOOPS!!!!
Jadilah gue mulai panik mode on lagi…
HIKS………….