GeNGsi
Sebulan lebih nggak ngeblog, bikin gue napsu… hehehe
Napsu nulis lagi maksudnya!
Postingan kali ini pun sebenernya masih nyambung dengan postingan gue berjudul Jakarta oh Jakarta… (Kan postingan bersambung lagi ngetrend sekarang.. !!!)
Aniwei, sebenernya cerita di Jakarta oh Jakarta itu adalah keluh kesah gue tentang betapa pentingnya arti sebuah status di Jakarta. Cuma berhubung pas nulis gw masih rada2 jetleg, jadi nggak nyambung gitu deh!
Well, secara gue udah 2.5 tahun idup di Belgie, gue jadi punya privillege untuk melihat dan mengamati perbedaan gaya hidup masyarakat eropa (pada umumnya) dibanding dengan masyarakat asia (khususnya dalam hal ini Indo or Jkt).
Selama gue hidup di Belgie, gue udah terbiasa dengan gaya kasual masyarakat di sini, yang santai dan relax abis. Gue nggak merasakan tuntutan untuk ‘tampil keren dan (terlihat) kaya’, seperti di saat gue di Jakarta.
Sering, gue ngobrol dengan beberapa teman, atau membaca blog beberapa orang, dan gue suka nyengir sendiri mendapati acara obrolan atau postingan yang penuh jadi ajang pamer! Sempat gue berpikir ‘Ih.. norak banget yah?’ hahaha!!
Kayaknya, ada kecenderungan masyarakat Indo untuk bilang (misalnya), "Kita pergi pakai mercy-ku aja yuk" instead of "Kita pergi pakai mobil-ku" atau "Bayarnya pake gold card aja yah" instead of "aku aja yang bayar". Tentunya gak semua masyarakat Indo begini yah. Inget, gue bicara in general.. and for the record, I’m still an Indonesian my self.
In short, kebutuhan untuk diakui dan dianggap memiliki status dan kedudukan sosial yang baik itu sangat-sangat penting buat sebagian besar orang Indo. Kenapa yah? Apa karena gap yang segitu dalemnya antara si kaya dan si miskin? Atau karena budaya feodal yang masih melekat erat di darah kita? Bahwa hanya orang yang berstatus sosial lebih tinggi yang berhak mendapat pelayanan istimewa? Ah.. menyedihkan sekali.
Memang, hal seperti ini gak cuma berlaku di Indo. Pas gue di boarding room di Malaysia menunggu masuk pesawat ke Indo sebulan yang lalu, penumpang kelas bisnis pun dipersilahkan memasuki pesawat terlebih dahulu. Ini hal yang biasa. Tapi celetukan seseorang dibelakang gue bikin gue tersenyum dan berpikir lebih jauh. Dia bilang "Yah, emang kalau orang kaya, dapet perlakuan beda terus… Gimana si kaya dan si miskin gak jadi berantem terus?"
Hahaha… He’s got a point!!!
Sebelumnya gue sempat mikir, betapa shallow-nya orang2 yang sangat mementingkan status, penampilan dan kekayaan diatas segalanya.. Tapi gue sekarang berpikir.. Hmm.. maybe it is really necessary. Seenggaknya jika kamu hidup di Jakarta/Indo. Kalau kamu nggak terlihat ‘penting dan kaya’… maka orang akan memandang kamu sebelah mata… Mending kalau sebelah mata, lah kalau sambil merem! hahahaa
Di beberapa aspek, Jakarta emang jauh lebih glamour dan ‘berkelip’ di banding Belgia, yang termasuk salah satu negara terkaya dunia (kesebelas) . Lucu kalau dipikir, karena Indonesia kan negara dunia ketiga (sakit hati nggak sih?). Ironis banget yah, di negara yang katanya miskin ini, justru banyak banget kita temui orang-orang yang petantang petenteng dengan baju Dior, tas Hermes.. dll.. Bahkan gue dapat bocoran bahwa salah satu produsen tas terkemuka mengeluarkan koleksi special editionnya yang hanya berjumlah 50 buah.. Dan coba tebak, 5 dari kelimapuluh tas itu sudah dipesan oleh orang Indo.. Rumour has it, kalau harganya mencapai 2Milyar Rupiah pertas… Hohoho!!!
Mau dipake kemana yah tas semahal itu?
Bicara soal tas, benda satu ini emang bisa jadi pendongkrak status yang efektif, sampai2 di Jakarta, kita bisa temukan penyewaan tas ekslusif. Di sana, kita bisa nyewa tas2 mahal dengan harga sewa antara 135 rebu sampai 2.5 jeti perhari pertas. Jujur, gue salut buat duo wanita pengusaha persewaan tas yang jeli banget ngeliat peluang bisnis ini. Bener apa kata oom gue dulu: "Di Jakarta, apa sih yang gak bisa dibisnisin? ‘ :))
Tapi tetep, gue berharap, gue nggak akan pernah memerlukan jasa mereka buat menyewa tas mahal… Semoga gue bisa tetep happy dan bangga menjadi diri gue sendiri. Kalau memang kemampuan gue baru sebatas tas Esprit segede karung yang gue bawa kemana2 atau tas keluaran Mango atau Tajur… yah Why not? Iya nggak…?
Hahahaha